Saturday, October 27, 2012

Artworks

Hi guys! After a loooong time I finally made new photo artworks. Currently love the background I used. Tribal and galaxy are just cool.




HAPPY BLOGGER DAY! KEEP BLOGGING :D

Saturday, October 20, 2012

A Day With Vidi Aldiano

Untuk kedua kalinya saya ketemu Vidi Aldiano lagi, yaaaay! Vidi tampil untuk memeriahkan Grand Opening Marina Shopping Walk Manado.

Saya beserta Vidies Manado pun langsung merencanakan pertemuan. Tepat pukul sepuluh pagi, kami bertemu di tempat Vidi akan on air, yaitu Radio RRI Pro 2 FM. Disana kami sudah siap berdiri di depan pintu masuk, bermaksud menyambut kedatangannya. Sekitar tiga puluh menit berlalu, mobil yang ia tumpangi berhenti tepat di depan kami! Kami mulai deg-degan dan sangat excited! Yang pertama kali turun adalah Tante Besba (Mamanya), she's so beautiful and kind to us so does her son. Vidi pun berjalan mengikuti sang mama, tak lupa menyapa kami dengan sangat ramah. How lovely he is :')

Live Interview on RRI Pro2FM
Setelah on air, Vidi lanjut Meet and Greet dengan media dan fans di IT Center Manado. Kemudian sekitar jam delapan malam, ia tampil membawakan enam lagu. Suasana saat itu sangat seru dan tak terlupakan! This is what he posted on twitter:
: Manado PECAAAHHH!! hahaha gokil kalian semua!! Terima kasih buat semua warga Manado dan pastinya yg udh pd dtg!! Love you all! :D"


Selesai menghibur warga Manado, ia dengan senang hati menyempatkan diri bertemu Vidies. Seperti biasa, ada sesi tanda tangan dan foto bareng. Overall, today was really FUN!!! See you next time and please come back soon, Vid! Thanks for the fun, love, and kindness, we love you a lot  ♥



Friday, October 12, 2012

Bintang Yang Meredup - Nadya Fatira

In dia salah satu soundtrack film Radio Galau FM berjudul Bintang Yang Meredup yang dinyanyikan oleh Nadya Fatira. Lagunya mellow dan liriknya lumayan dalem.

Kita yang mencari
Dan pahami isi hati
Lelah di tengah jalannya
Dan hentikan cerita..

Kaulah bintangku
Yang meredup perlahan
Terambil cahayanya..

Kaulah bintangku
Yang meredup perlahan
Tak lagi terangi malamku..

Tak ada manusia sempurna
Dapatkah kau terima?
Dan engkau kan terus mencari
Pengisi kosong hati..

Yang mau denger bisa klik disini Bintang Yang Meredup. Selamat menggalau! :')

Wednesday, October 10, 2012

Perahu Kertas

“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.” 

“Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.”

“Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”

Kutipan-kutipan di atas diambil dari novel Perahu Kertas karya Dee Lestari. Perahu Kertas adalah novel teenlit yang bercerita mengenai kisah cinta antara Kugy dan Keenan yang complicated dengan beragam konflik yang hadir. Alur cerita novel ini sangat menarik untuk diikuti.

Beberapa waktu lalu, novel ini diangkat ke layar lebar dan cukup menuai sukses. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Maudy Ayunda (Kugy), Adipati Dolken (Keenan), Reza Rahadian (Remi), Elyzia Mulachela (Luhde), Sylvia Fully R (Noni), dan Fauzan Smith (Eko). Film ini dibagi menjadi dua bagian oleh karena cerita yang cukup panjang.


Sinopsis

Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.

Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.

Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.

Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.

Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.

Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.

Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.

Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.


Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.


Soundtrack

1. Perahu Kertas (Maudy Ayunda)
2. 2 Manusia (Dendy Mike's)
3. Tahu Diri (Maudy Ayunda)
4. Langit Amat Indah (Rida Sita Dewi)
5. A New World (Nadya Fatira)
6. Cinta Yang Tak Mungkin (Elyzia Mulachela)
7. How Could You (The Triangle)
8. Behind The Star (Adrian Martadinata)

Oh iya yang pengen tahu siapa yang humming di backsound Perahu Kertas, namanya Nadya Fatira.




Dear para agen Neptunus, ayo pasang radar d^v^b