Thursday, March 31, 2011

Get A Life, Girl!

There is someone who envies me.
There is someone who talks bad about me.
There is someone who can't see me over her.

And I know exactly who you are.
Pity you, two-faced girl!

Don't you realize as the time goes, your best is keeping the distance from you.
And slowly leaving you alone.

From now on, try to get a better life girl!
Clean up your dirty heart and mind.
Your life might be forever useless if you're keeping your bad habit.
I just wish that someday you will change to be a better person.

Sunday, March 27, 2011

Queenbee Wannabe

Septa, Audey, and Bell are three teenage girls who are friends since junior high. We call "Queenbee" as our friends group name, which is inspired by Queenbee The Movie.




I wish this friendship could last forever even distance separates us.

Saturday, March 12, 2011

Xpresi Party Manado Post 2011 With Petra Sihombing

Untuk kedua kalinya saya diberikan kesempatan untuk mewujudkan mimpi saya yaitu bertemu dengan idola saya, Petra Sihombing.

Pertemuan saya bersama Petra dibantu oleh Om dari teman saya, Rita. Om nya kebetulan bekerja di Manado Post (pelaksana acara). Pada saat saya dan Bell sedang mencari hadiah untuk Petra di Megamal sambil menerjang hujan, Rita menghubungi saya namun karena tidak ada respon, akhirnya ia menghubungi Bell. Rita memberi tahu kami berdua bahwa Om nya bersedia mempertemukan kami dengan Petra di kantor Manado Post jam setengah enam sore. Karena waktu sudah sangat mepet dan melihat cuaca sedang tidak bersahabat, saya dan Bell pun langsung mencari hadiah secepat kilat. Sampai-sampai kami berdua berjalan setengah berlari seperti orang dikejar hantu.

Saya membelikan Petra kaos I ♥ Manado berwarna putih, sedangkan Bell membelikan kue klappertart. Setelah mendapatkan apa yang dicari kami pun bergegas ke Mantos bersama Rita. Perjalanan yang saya dan Bell lewati memang cukup menyiksa, karena jalan yang harus kami tempuh untuk mendapatkan angkutan umum cukup jauh dengan keadaan hujan pula. Tetapi, karena semua ini demi Petra, kami rela melakukannya. Setelah menerjang hujan, akhirnya kami berdua bertemu Rita. Kami pun naik angkutan umum jurusan Hyper. Di dalam angkutan umum, kami bertiga duduk secara terpisah. Kami sudah tidak peduli lagi, karena waktunya sudah mendekati setengah enam.

Sesampainya disana, Rita menghubungi Om nya. Kami pikir Om nya sudah berada di dalam kantor, ternyata baru mau jalan dari rumah. Kami menunggu sejenak di dekat kantor, tapi karena Om nya masih lama dan merasa agak bosan kami memutuskan ke Mantos. Beberapa menit kemudian, kami kembali lagi ke kantor karena Om nya sudah menunggu di depan. Ia mempersilahkan kami bertiga duduk sebentar menunggu Petra yang sementara melakukan sesi wawancara. Kira-kira lima belas menit berlalu, Om nya memanggil kami bertiga untuk masuk. Seketika, tangan saya menjadi dingin dan jantung saya berdegup begitu kencang. Norak ya? Hehe.

Saya yang mendapat giliran pertama foto bersama Petra waktu itu. Kemudian Bell dan Rita.


Saat sesi foto bersama Petra selesai, tercipta percakapan singkat antara saya dan dia.
"Masih inget ga?"
"Ketemu kapan ya?" balas Petra sambil mencoba mengingat.
"Tahun lalu, waktu di hotel." jawab saya dengan penuh harap semoga dia masih ingat.
Dan ia pun menyaut, "Oh yaaa! Inget inget! Terus temen yang satunya lagi mana?"
"Itu kak!" menunjuk Bell.
"Oh, kok bisa sampe sini? Dibantuin Mas Indra (manager) ya?" tanya Petra.
"Bukan. Dibantuin sama orang dalem."
"Oh gitu." sambil tersenyum.
Wah, ternyata Petra masih inget *terharu*
Setelah itu Petra tiba-tiba bertanya "Yang Ayu yang mana?"
Saya mengangkat tangan sambil tersenyum lebar :D Tidak lupa saya memberi Petra hadiah kaos I ♥ Manado. Petra mengucapkan terima kasih sambil berjabatan tangan. Setelah selesai, kami keluar kemudian bergegas menuju venue tempat acara berlangsung.

Begitu kami bertiga tiba di venue, kursi yang disediakan rata-rata sudah penuh. Untungnya, masih tersedia lima buah kursi kosong di depan. Entah kenapa kursi yang di depan kosong, kami pikir kursi kosong itu untuk para tamu, ternyata tidak. Kami akhirnya duduk dengan santai menunggu acara dimulai. Beruntung banget bisa dapat kursi paling depan. Thank God!

Sekitar setengah jam berlalu, MC akhirnya membuka acara. Acara dibuka dengan diadakan kuis-kuis berhadiah. Setelah kuis ada penampilan band dari White Canvas, karena band mereka sedang membereskan sound sebelum tampil, MC nya yang kebetulan kakak dari Anton (teman sekelas saya) mengajak saya ke depan panggung, saya pun menolak habis-habisan karena tengsin dilihat banyak orang dan takut disuruh macam-macam. Mantos ini, bukang daong lemong, deng ini malam minggu bukang malam selasa. Saya heran kok dia mengajak saya, memang dia kakak nya Anton, tapi setahu saya kami berdua tidak saling kenal dan tidak pernah bertatap muka. Saya pun mulai curiga. Sementara saya berjuang mati-matian menolak ajakan dari MC, tiba-tiba partner MCnya memanggil karena White Canvas sudah siap tampil. Akhirnya saya bebas juga. Oh, thanks you guys save me!

Setelah penampilan mereka selesai, kuis kembali diadakan diikuti dengan pengumuman lomba-lomba dan final School Ambassador. Kuis terakhir yang diadakan hadiahnya menggiurkan bagi saya yang seorang Petralovers. Hadiahnya adalah CD Petra yang sudah ditandatangani. MCnya bertanya siapa Petralovers disini??? Refleks, saya mengangkat tangan. Tapi, saya turunkan lagi tangan saya karena malu kalau diminta naik ke panggung dan disuruh macam-macam. Sayang sekali, MCnya sudah sempat melihat saya angkat tangan dan dia pun mengajak saya ke depan. Tampaknya, ia senang sekali. Dia bilang "Wah akhirnya dia angkat tangan juga, ini yang saya tunggu-tunggu." Saya pasrah saja. For Petra, everything I do :D


Ketika di atas panggung, barulah kakaknya Anton bilang dia sering melihat foto saya bersama teman-teman saya di laptop adiknya. Wah, mendengar itu saya kaget, pantasan daritadi dia memaksa maju ke panggung. Tapi, untungnya saya tidak disuruh yang aneh-aneh karena waktu diberikan pertanyaan rebutan, saya bisa menjawab dengan cepat. Karena yang kalah diminta bernyanyi. Once again, I’m saved! Hore, udah aman, dapat CDnya Petra pula. Saya juga sempat diminta menunjukkan bukti apakah saya memang penggemar berat Petra Sihombing. Dengan bangga, saya menunjukkan scrapbook yang sudah dibuat dari setahun lalu ke seluruh penonton yang ada disitu.

Setelah kuis itu berakhir, masih ada pengumuman School Ambassador. Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga. Petra Sihombing!!! Yay!!! I shouted out loud “PETRAAAAAAA” , and I thought he stared at me. Hihi. Pemain bandnya ganteng-ganteng apalagi Yoshua, Martin, dan David. Dan, ada satu hal yang membuat saya tersentuh, yaitu kaos I ♥ Manado yang tadi saya berikan langsung dipakai. I'm so glad he wore it!

Lagu pembuka yang ia bawakan adalah "Just The Way You Are." Kemudian ia membawakan lagu "Kesempatan Lagi", "I’m Yours", "Yellow", "Cinta Takkan Kemana-Mana", "Sempurna", "Ini Cintaku", dan "We Are The Champion."


Oh iya, saat Petra menyanyikan lagu "Sempurna" ia melepaskan gitar. And you know what? Something special happened at the middle of the song! Petra turun dari panggung dan mengajak saya bernyanyi bersama. Omg, I never imagine this before, never! I feel like dreaming! I know some girls are shouting hysterically and staring jealously. But, who cares? Saya amat sangat menikmati momen itu. That moment was too perfect.


Petra juga sempat melempar botol air mineral sisa dia minum yang airnya masih setengah botol. Karena, botolnya masih berat, pasti sakit kena timpuk. Saya akhirnya lebih memilih melindungi kepala saya dengan tangan daripada mencoba menangkap botol itu. Eh, pas dilempar, botolnya bukan direbut cewek-cewek malah cowok-cowok. Daaaaan, yang berhasil mendapatkan botol itu adalah teman saya, Abdul yang juga memenangkan kesempatan lunch bersama Petra. Botol yang masih berisi 300ml air itupun diberikan kepada saya dan Bell. Kalo rejeki memang takkan kemana.


"We Are The Champion" dilantunkan oleh Petra sebagai lagu penutup. Pertanda selesai sudah rangkaian acara malam ini. Merasa belum puas bertemu dengan Petra, kami menunggunya turun dari panggung. Ketika Petra hendak turun dari panggung, banyak sekali yang meminta foto bersama. Saya, Bell, Indah, dan Abdul menunggu saja dan akhirnya kami memutuskan untuk ke kantor Manado Post setelah diinstruksikan oleh Mas Indra, sang manager.

Dari kejauhan, di depan kantor Manado Post terlihat begitu ramai sampai membentuk antrian. Kami hampir putus asa disitu. Tiba-tiba Abdul melihat teman ayahnya, ia pun memanggil-manggil sampai akhirnya ia disuruh masuk. Saya, Bell, dan Indah mengekor dari belakang. Sampai di depan pintu, yang bisa masuk hanya Abdul. Kesal sekali rasanya. Untung saja, Om yang berjaga di pintu masuk yang sempat kami temui di kantor sebelum acara tadi masih mengenal wajah saya, saya pun ditarik masuk ke dalam. Kalau Bell dan Indah masuk atas bantuan dari Abdul.

Di dalam ruangan, kami buru-buru masuk dan mencari Petra. Ternyata dia sedang membasuh keringatnya yang terus mengucur tanpa henti. He’s so cute, hehe. Saya meminta tanda-tangan di scrapbook dan CDnya. Tidak lupa juga mengucapkan ucapan terima kasih tiada henti untuk segalanya. Sebelum keluar, kami menyempatkan diri foto bersama personil bandnya Petra (Yoshua, Martin, dan David).


Setelah semuanya selesai, kami pulang ke rumah masing-masing dengan hati yang berbunga-bunga. This is the best, sweetest, and most unforgettable satnite ever!!! Petra, you made my day, billion thanks for all those sweet things. I love you. Hope to see you soon ;D

Thursday, March 10, 2011

Story of Twelecthree

Ujian semester sementara berlangsung dan akan diikuti dengan Ujian Praktek, Ujian Akhir Sekolah, dan Ujian Akhir Nasional. Sederetan ujian itu mau tidak mau harus dilalui oleh saya sebagai siswa yang duduk di bangku kelas 3 SMA. Pada titik ini saya harus berjuang habis-habisan agar saya bisa lulus dan bisa melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu kuliah.

Hal yang sangat sulit bagi saya adalah meninggalkan Twelecthree (Twelve Science Three, red) yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Kami sudah tiga tahun bersama melalui suka dan duka. Kami sudah saling tahu karakter, sifat, kebiasaan baik maupun buruk, dan seluruh seluk-beluk masing-masing.

Setiap hari yang saya temui adalah Twelecthree. Hal yang paling sering kami lakukan di sekolah tentunya belajar, but most of the times when we get bored, we just take a look at front of the class and show the most serious expression, sometimes we write nothing because of our laziness, yeah but still some of the “certain” student won't do the same, haha. Selain belajar, hal yang sering kami lakukan yaitu makan. Pada waktu istirahat maupun belajar pasti makan. We do really love eating. Saat bel istirahat berbunyi, semua menyantap bekal yang dibawa dari rumah dan yang tidak membawa bekal, biasanya ke kantin. Nah, kami juga sangat menyukai makanan ‘gratis’, hehe. Biasanya usai hari raya Lebaran atau Natal ada yang membawa kue ke sekolah. Kalau ada yang membawa kue, kami pasti akan berkumpul di mejanya dan mencicipi kue yang dia bawa. Layaknya peribahasa “Ada gula, ada semut”, dimana ada makanan, disitu kita berada.

Hal berikutnya yang sangat identik dengan kami yaitu suka mengejek satu sama lain. Tiada hari tanpa ejekan/cemoohan. Korban yang sering sekali kena ejekan adalah Rian, Eka, Andi, Tria, Chika, dan Liwo. Selain mengejek secara verbal, kami juga sering mengejek lewat twitter dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari account @MentionKe atau @SoalMention. Mungkin, saking tidak puasnya dengan pertanyaan yang @MentionKe berikan, kami pun membuat pertanyaan sendiri dan dimention ke orang yang diinginkan. Mengejek teman sudah seperti makanan sehari-hari bagi kami, karena itu adalah hiburan terbaik yang bisa mengoyak perut dikala bosan atau galau.

Kami suka menonton film. Di hampir setiap jam pelajaran kosong, kami selalu mengisinya dengan menonton film. Bandar filmnya adalah sang ketua kelas Anton. Dia punya banyak koleksi film Hollywood berbagai genre di laptop putihnya yang selalu ia bawa setiap hari. Laptopnya selalu menjadi sasaran untuk menonton karena laptopnya memiliki layar yang besar dibandingkan dengan laptop-laptop lain. Sehingga, lebih puas dan penontonnya bisa banyak.

Foto webcam. Hal ini adalah yang paling digemari para wanita dan paling sering dilakukan untuk mengabadikan momen-momen terakhir. Kalo yang satu ini, kami menggunakan laptopnya Elly, karena kameranya cukup bagus. Kami sering sekali mengambil foto dalam jumlah yang banyak  dengan ekspresi yang beragam dan kadang-kadang gaje alias gak jelas, but whatever we don’t care :p. Yang saya tahu, jumlah foto sudah mencapai lima ratus foto. Wow. What a fantastic number! Twelecthree, let’s reach 1,000!


Selain foto-foto lewat webcam, kami suka membuat video lipsync lagu-lagu yang lagi hits menggunakan laptopnya Ursula. Hasil videonya biasanya sih berantakan tapi bikin ngakak karena tingkah kami yang begitu konyol dengan ekspresi yang aneh-aneh. Apalagi kalau videonya diputar dengan high speed, ngocol abis pokoknya. But, still looks cool! Haha.

Walaupun usia kami rata-rata telah menginjak tujuh belas tahun, kami tetap saja suka bermain layaknya anak kecil. Salah satunya adalah bermain kum-kum. Pernah suatu hari, tidak ada guru pada saat jam bimbel (ini jarang terjadi) dan kami sudah sangat bosan tidak tahu berbuat apa, akhirnya kami memutuskan bermain kum-kum di lapangan hijau depan kelas. Kebetulan matahari pada sore itu tidak terlalu terik, sehingga suasananya sangat mendukung untuk bermain di luar.




Sebelum bermain kum-kum kami sempat bermain petak umpet dulu lho. Usai bermain, peluh bercucuran tiada henti, seragam pun basah kuyup, tapi hati kami senang dan ingin mengulanginya lagi bila ada kesempatan.

Di samping bermain kum-kum, ludo (Don't Angry) juga merupakan permainan andalan kami. Tapi ludo bukan permainan yang mengeluarkan keringat seperti kum-kum, karena kami memainkannya di laptop. Pokoknya kalau ada empat orang yang sudah duduk di depan laptopnya Anton dan berteriak histeris itu pasti karena ludo.

Rentetan kegiatan di atas adalah kegiatan yang biasa kami lakukan di sekolah sehari-hari. Kalau di luar sekolah biasanya kami menghilangkan kepenatan lewat karaoke bareng di KXTV.

We studied, we laughed, we cried, we did silly things, and we spent our half day together. Setiap momen yang kita lalui sangat berharga dan sulit untuk dilupakan. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Masa-masa ini tak akan terulang dua kali dalam hidup kami, maka ingat dan kenanglah selalu. Love you, Twelecthree! :”)

Real Friendship


"New friends may be fun to hang out with. But never forget your old friends, for they are the ones who have made you who you're today."
- Tiffany William -

Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian by Raditya Dika

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar. 
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan… 
Aku takut sendirian. 


via tumblr

Tuesday, March 8, 2011

Meet Vidi Aldiano

Salah satu penyanyi solo idola saya Vidi Aldiano akhirnya datang ke Manado pada tanggal 27 Januari. Sejak lama saya mengimpikan kedatangannya dan akhirnya penantian selama ini pun berakhir ketika saya tahu bahwa ia akan mengisi acara puncak ulang tahun sebuah Mal.

Mendengar kabar bahagia itu, saya menyiapkan rencana untuk bertemu dengan sang idola. Tepatnya, saat Vidi selesai mengisi acara, saya bersama Bell & Elly nekad pergi ke hotel tempat ia menginap. Sesampainya disana, kami menunggu di lobby. Beberapa menit berlalu, muncul sejumlah remaja wanita yang tampaknya memiliki tujuan yang sama dengan kami bertiga. Tidak lain, tidak bukan yaitu bertemu Vidi.

Tiba-tiba, seorang pria yang mengenakan hoodie putih muncul menghampiri para Vidies sambil tersenyum manis. Vidi!!! Ia berjabatan tangan dengan kami lalu menyempatkan waktu untuk foto bersama masing-masing Vidies.


Setelah puas mengambil gambar, selanjutnya sesi tanda tangan. Nah, I have a silly story. Karena spidol yang saya bawa sudah tidak bertinta, akhirnya saya pinjam spidol Bell. Pas giliran Vidi tanda tangan di cover cd, tintanya tidak keluar! Vidi pun mengira itu spidol baru makanya ia mencari kertas lain untuk dicoret, tapi percuma saja, spidolnya memang sudah tidak bertinta lagi. Akhirnya,Vidi sendiri yang meminjam spidol Vidies lain. *baiknya*  Kapok banget deh, bawa spidol belum dicoba dulu.


Sesi tanda tangan selesai, saatnya foto bersama Vidi dan Vidies Manado. Kebetulan, Vidi menawarkan hp-nya untuk dipakai foto, biar sekalian di upload via twitter :D Ini dia fotonya :


That was incredibly fun even just for a while. Thank you so much Vidi for that night, u made it!! I really hope to see you soon! :)